Metrics

  • visibility 0 views
  • get_app 0 downloads
description Policy analysis public Paramadina Public Policy Institute

Garuda Indonesia, Kolaborasi Antar-Pihak, dan Kewirausahaan Negara

Muhamad Rosyid Jazuli
Published 7 December 2021

Abstract

Selain kedutaan besar di berbagai negara, maskapai penerbangan nasional adalah simbol kehadiran sebuah negara di dunia. Kondisi pembangunan sebuah negara, banyak pihak menilai, terefleksi dari kualitas pelayanan dari maskapai nasionalnya. Dalam konteks Indonesia, maskapai ini tak lain tak bukan: Garuda Indonesia. Dari namanya, publik internasional dengan mudah mengidentifikasi bahwa ia dari Indonesia. Berbagai prestasi perihal pelayanan sudah jadi langganan maskapai ini. Namun sejak pandemi, Garuda terus dirundung masalah. Menurunnya permintaan transportasi penerbangan berimbas pada terjunnya pendapatan maskapai ini. Di awal 2020, pendapatannya sempat hanya berkisar 10 persen dari ketika beroperasi di masa normal pre-pandemi. Pandemi ini sebenarnya adalah momentum yang membuka tabir inefisiensi manajemen di dalam tubuh Garuda. Yang mutakhir, Garuda kini bergulat restrukturisasi berbagai hal terkait finansial. Maskapai ini kini sedang menghadapi litigasi gugatan payment suspension atau penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh salah satu kreditornya. Maskapai ini juga berjuang merestrukturisasi skema sewa (leasing) pesawat-pesawatnya. Artikel ini menjelaskan bagaimana PKPU adalah jalan kolaboratif untuk menyelamatkan Garuda--alih-alih memailitkannya sebagaimana pendapat populer berkembang. Pandemi ini juga momentum untuk menggemakan semangat kewirausahaan negara (state entrepreneurship) sebagai jalan efektif menjaga eksistensi Garuda ke depannya.

Full text

 

Metrics

  • visibility 0 views
  • get_app 0 downloads